Sabtu, 28 Desember 2013

Purple Line

Cinta Bersemi di Ufuk Timur

Matahari hampir tenggelam kala engkau menyisiri perlahan helaian mahkota hitam milikmu yang tergerai indah bagai gelombang lava. Terpikat memandangi tingkah gemulaimu yang mempesona, semburat merah akhirnya muncul di tepi wajahku hingga meluas ke ujung hidungku yang memanas. Aku masih saja diam, menikmati mata syahdumu yang menelitiku dengan pancaran sekelam biji kurma. Huh, biji kurma? Bagaimana bisa aku membandingkan mata seindah itu dengan buah kesukaan Sang Nabi? Tapi… tidak juga, kurasa mata cantikmu pantas dengan perumpamaan itu. Karena ketika diriku menerima tatapanmu, seakan-akan rasa lapar dan gersang di hatiku terkenyangkan oleh netra milikmu.
Lembayung senja tertumpah, memayungi kelopak tubuhmu bagai serpihan kristal seterang warna surga. Sangat terang sampai-sampai mataku silau tak mampu melihat dengan sempurna. Sungguh, aku tidak bisa mendambakan apapun pada bibir ranummu yang menggelora menyebutkan namaku. Hanya namaku. Lantunan verbal yang meluncur dari hatimu adalah musik paling agung yang pernah kudengar. Kau tersipu, sama sepertiku. Namun dirimu tak segugup diriku yang menerima kata-kata sehalus sutra, ucapan yang menjadikan hidupku lebih berharga dari sebelumnya.
“Aku mencintaimu karena Allah.”
Tidak ada omong kosong dari pengakuan sedamai itu. Aku mempercayainya meski mataku telah silau oleh kesederhanaanmu yang mewah.
Kau cantik bahkan dengan segala kekuranganmu.
Karena itulah, “Aku pun mencintaimu karena Allah.”
Lalu ketika matahari telah berada di penghujung waktu, air matamu menjelma menjadi tetesan wewangian kasturi. Mengharumkan seluruh takdirku yang amis.
Dan esok di Ufuk Timur, kau akan …. Menghancurkan mimpiku dalam sekejap.
Membisu, membeku, melukaiku dengan arah kebahagiaan yang salah.
Tak ada lagi daya yang tersisa.  Mungkin, jiwaku pun akan terkubur bersama ragamu.
Sebab Ufuk Timur telah menenggelamkanmu dengan cahaya-cahaya abadi.
Membungkusmu…
 Hingga aku tak mampu lagi merasankan dirimu.
.
Z.q/ 30.10.2013.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar